Jumat, 05 Juli 2013

Berduaan Dengan Dokter Laki-Laki

Aib itu adalah sesuatu yang ketika kita dengar dari orang lain, menjadikan hati kita mereasa tidak enak. Aib bisa berupa peristiwa., keadaan, atau suatu deskripsi. Terkadang aib tersebut dengan sadar kita sebarkan kepaada orang lain. Tapi kita baru menyadari buruknya aib ketika orang yang seharusnya tidak tahu menceritakannya.

Tanya:
Saya seorang gadis yang mempunyai ibu sakit gangguan jiwa akibat  perlakuan buruk almarhum ayah. Akibat dari penderitaan ibu, saya ikut menderita pula sehingga harus berkonsultasi pada dokter ahil jiwa dan kebetulan dokternya itu seorang laki-laki apakah hukumnya membuka aib almarhumayah dan berdua dalam satu ruang dengan dokter laki-laki ?

Jawab:
Pengobatan adalah merupakan suatu upaya untuk mencari kesembuhan. Apabila seseorang akan mencabut sebuah paku yang menancap di dinding, maka dia harus menggerakkannya ke atas, ke bawah, kesamping kin dan kesamping kanan dengan berulang-ulang. Begitu halnya dengan kemampuan seorang dokter, dia hanya mengobati dan tidak untuk menyembuhkan. Selain itu dia juga berusaha untuk mencari penyebab penyakit yang diderita pasiennya dan mencari obat yang cocok untuk pasien tesebut. Apabila dia gagal untuk menemukan penyakit, batasanya dia berkata bahwa penyebab ialah gangguan kejiwaan, yang berarti dokter itu tidak mengetahui penyebab penyakitnya. Namun, banyak pula penyakit jiwa yang disebabkan oleh terganggunya organ tubuh, contohnya adanya batu didalam empedu, terganggunya saluran empedu ke liver dan lain sebagainya. Yang kesemuanya itu bisa mengakibatkan kelemahan dan lesu semangat serta berkurangnya gairah atau lebih dikenal dengan nama adanya “Kelainan”. Di zaman dahulu ditemukan teori bahwa emosi yang meledak-ledak itu bisa mempengaruhi organ tubuh. Begitu juga dengan stres yang dapat mengakibatkan organ tubuh tidak berfungsi lagi. Apabila dokter berbicara bebas dengan pasiennya untuk mengungkapkan penyebab stres dengan menghilangkan prasangka dan gambaran yang berlebihan, maka diharapkan agar organ yang tidak berbunyi menjadi berfungsi normal lagi. Tidak dilarang, bila mengungkapkan aib almarhum ayah kepada dokter karena bermaksud baik, yakni untuk membantu menemukan sebab penyakit ibu Anda. Sedangkan dilarang membuka aib almarhum ayah bila bermaksud ingin membalas dendam.

Sebagaiman Allah Ta’ala berwasiat kepada anak, agar ia berbakti kepada kedua orang tua, yang disebabkan karena dua hal, yaitu:
a). Ibu-bapak adalah merupakan penyebab hadirnya dia ke dunia ini. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah Ta’a/a:
“Dan agar kamu berbuat baik kepada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya." (Q.S. Al-Isra : 23).

b). ibu-bapak merupakan orang yang memelihara atau sebagai pemelihara. Sebagaimana dijelaskan dalam firman AIah SWT. “Wahal Rabku kasihanilah keduanya sebagaimana kasihnya (mereka) mendidik (memelihara) aku diwaktu aku kecil”. Jadi, dan kedua hal itulah kita diwajibkan untuk memelihara kedua orang tua dan wajib menjaga serta merawatnya hingga akhir hayatnya. Selain itu kita juga diwajibkan untuk memelihara dan menjaga siapa saja yang telah memelihara kita, meskipun mereka itu bukan orang tua kandung sendiri. Kemudian mengenal berkhalwat dengan dokter laki-laki itu tidak dilarang, bila bertujuan hanya untuk mengobati dan seläma dokter tersebut seorang muslim yang dapat dipercaya serta baik akhlaknya dan selama itu merupakan keharusan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar