Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas tugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Kalau Ayah mempunyai slogan yaitu Surganya Ibu di bawah kaki Ayah, tetapi slogan Ibu adalah Surganya Anak di bawah kaki Ibu. Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.
Tanya:
Mengapa diadakan "Peringatan hari ibu" ? Bagaimana asal mula adanya ?
Jawab:
Adapun peringatan hari ibu itu bermula di daerah Eropa, kemudian orang-orang islam meniru tanpa tahu apa sebabnya peringatan hari ibu diadakan. Mengapa orang-orang barat melakukan hal itu, karena orang tua dibarat sadar, kalau anak-anak mereka yang beranjak dewasa menjadi jauh, lupa pada ibunya dan malah ada yang memperlakukan ibunya tidak wajar.
Disana banyak anak dewasa yang meninggalkan orang tuanya, bahkan ada yang tidak tahu dimana tempat tinggal kedua orang tuanya itu. Selain itu ibu-bapak yang telah tua dianggap mengganggu dirinya, maka oleh mereka dimasukan kerumah panti jompo dan jarang dikunjungi. Lain kalau di indonesia, anak-anak mereka setiap hari dididik untuk ingat dan taat serta berbakti kepada ibu-bapak. Lalu keluar rumah pun diharuskan untuk salaman, mencium tangan ibu-bapak dahulu. Setelah itu minta dido'akan. Apabila anak-anak mereka telah dewasa dan pisah dari rumah ibu, mereka tetap berziarah dan begitu pula ibunya juga akan berziarah. Bila yang demikian dilakukan, untuk apa lagi peringatan hari ibu diadakan ?
Sebagaimana Rosulullah Saw. pernah ditanya oleh sahabatnya : "Kepada siapakah kita harus berbakti ?" Kemudian beliau menjawab : "Kepada Ibu !" Dan pertanyaan itu pun diulang sampai tiga kali, maka Rosulullah pun menjawab tiga kali pula dengan jawaban yang sama, yakni kepada ibu. Kemudian baru yang keempat, beliau menjawab kepada bapak.
Selain itu juga ada sabdanya lagi yang berbunyi : "Surga terletak di bawah keridhaan Ibu"
Dengan demikian, maka kita tidak boleh berani kepada orang tua khususnya orang tua yang telah melahirkan kita, yakni ibu. Sebab Allah tidak senang kepada orang yang selalu menyia-nyiakan ibunya dan bahkan berdurhaka kepadnya. Maka dari itu marilah kita berbakti kepada orang tua, selagi mereka masih hidup dan merawatnya serta memelihara dengan baik hingga akhir hidupnya.
Terdapat tiga ayat di dalam al-Qur’an yang saling berulang, yang dapat kita gunakan untuk mengetahui betapa besar kedudukan ibubapa dan betapa penting tuntutan untuk berbuat baik kepada mereka. Ayat-ayat tersebut adalah :
Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah dan janganlah kamu sekutukan Dia dengan sesuatu apa jua; dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibubapa. [al-Nisa’ 4:36][1]
Katakanlah: "Marilah, supaya aku bacakan apa yang telah diharamkan oleh Tuhan kamu kepada kamu, iaitu janganlah kamu sekutukan dengan Allah sesuatupun; dan hendaklah (kamu) membuat baik kepada ibubapa.” [al-An’aam 6:151]
Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepada-Nya semata-mata, dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa. [al-Isra’ 17:23]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar