Minggu, 23 Juni 2013

Suara Wanita

Fellbaum menjelaskan bahwa suara manusia dihasilkan oleh perpaduan antara paru-paru, katup tenggorokan (epiglottis) dengan pita suara (vocal cord), dan artikulasi yang diakibatkan oleh adanya rongga mulut (mouth cavity) dan rongga hidung (nose cavity). Banyak keindahan dan arti yang bisa disimpulkan  ketika seorang wanita mengeluarkan suaranya atau ketika sedang berbicara.
Tanya: 
Apakah suara wanita itu termasuk aurat ?
Jawab:
Apabila suara itu terdengar manja atau merayu, mendesah-desah dan sengaja dibuat-buat dan dengan sikap yang seronok, memancing birahi atau nafsu syahwat laki-laki, maka suara yang demikian itu yang dinamakan aurat. Sebagaimana dalam firman Allah yang berbunyi:
"Karena itu janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan yang baik."
(Q.S. Al-Azhan :32)

Jadi dalam hal ini ucapan yang baik dan sopan itu bukan aurat wanita. Tetapi ucapan yang tidak sopan dan tidak baik itu yang termasuk aurat.
Kemudian dalam kitab "Al-Fiqih Alal Madzahibil Arba'ah" menjelaskan, bahwa suara wanita bukan aurat, sebab istri-istri Rosulullah Saw. berbicara dengan para sahabat yang bertanya soal-soal permasalahan hukum agama dan istri-istri beliau itu menjawabnya.
Jadi yang dilarang adalah apabila suara itu dikuatirkan dapat menimbulkan fitnah, meskipun ketika wanita itu membaca Al-Quran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar